Selasa, 13 Oktober 2015

"ANDAI AKU MENJADI MENTERI KOPERASI"



Rakyat Indonesia dari dulu hingga sekarang merupakan rakyat yang mampu berproduksi,tetapi dalam kenyataan pula hanya sebagian kecil saja yang mampu mengembangkan produksinya. Sedangkan yang sulit mengembangkan usaha produksinya dan tetap hidup dibawah garis kemiskinan .Hal ini dikarenakan modal yang dimiliki sangat terbatas, usahanya ditujukan untuk menanggulangi kesulitan hidup keluarga nya saja .keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuannya tergantung dari aktivitas para anggota nya, apakah mereka mampu melaksanakan kerja sama,memiliki semangat kerja dan mentaati segala ketentuan dan garis kebijakan yang telah di tetapkan dalam rapat anggota.dengan demikian usaha meningkatkan taraf hidup mereka tergantung dari aktivitas mereka sendiri.

Dalam Koperasi di Indonesia saat ini mengalami pasang dan surut , artinya mengalami penurunan .banyak koperasi koperasi yang nakal saat ini bahkan banyak pula pemerintah yang menutup koperasi yang abal abal, bangkrut,serta 50% di makasar tidak aktif lagi. Bagaimana kalau semua di Indonesia .itu pun baru di makasar .Permasalahan yang dihadapi koperasi pun beragam pada era globalisasi ini dari masalah dalam koperasi atau masalah luar koperasi,dan bukan hanya itu aja masalah yang dihadapi perkoperasian di Indonesia, masalah permodalan koperasi, dan masalah Re-generasi dalam pengurusan koperasi tersebut.
Dan dapat dijabarkan masalah masalah koperasi secara umum yaitu :
1.      Koperasi jarang peminatnya
2.      Sulitnya koperasi berkembang
3.      Masalah permodalan
4.      Masalah Internal dengan contoh sistem kerja, Re-generasi organisasi, system pengawasan kerja koperasi dan Dll







 Adapun Masalah-masalah Koperasi Saat ini di indonesia ialah terdiri dari dua yaitu Permasalahan dalam dan luar :
  1. Permasalahan dalam
    1. Kebanyakan pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas;
    2. Pengurus koperasi juga tokoh dalam masyarakat, sehingga “rangkap jabatan” ini menimbulkan akibat bahwa focus perhatiannya terhadap pengelolaan koperasi berkurang sehingga kurang menyadari adanya perubahan-perubahan lingkungan;
    3. Bahwa ketidakpercayaan anggota koperasi menimbulkan kesulitan dalam memulihkannya;
    4. Oleh karena terbatasnya dana maka tidak dilakukan usaha pemeliharaan fasilitas (mesin-mesin), padahal teknologi berkembang pesat; hal ini mengakibatkan harga pokok yang relative tinggi sehingga mengurangi kekuatan bersaing koperasi;
    5. Administrasi kegiatan-kegiatan belum memenuhi standar tertentu sehingga menyediakan data untuk pengambilan keputusan tidak lengkap; demikian pula data statistis kebanyakan kurang memenuhi kebutuhan;

            Permasalahan luar
    1. Bertambahnya persaingan dari badan usaha yang lain yang secara bebas memasuki bidang usaha yang sedang ditangani oleh koperasi;
    2. Karena dicabutnya fasilitas-fasilitas tertentu koperasi tidak dapat lagi menjalankan usahanya dengan baik, misalnya usaha penyaluran pupuk yang pada waktu lalu disalurkan oleh koperasi melalui koperta sekarang tidak lagi sehingga terpaksa mencari sendiri.
Satu satu nya dengan cara perwujudan pemberdayaan ini dapat dilakukan dengan membangun sistem koperasi terlebih dahulu, terutama koperasi pedesaan sebagai wadah gerakan ekonomi rakyat untuk memakmurkan keluarga miskin di pedesaan.






Membangun koperasi pedesaan sangat tepat karena, pertama, kemiskinan dan pengaruh globalisasi rentan terhadap rakyat miskin yang sebagian besar hidup di pedesaan. Gerakan pemberdayaan dari, oleh, dan untuk mereka sendiri dilandasi jiwa dan semangat gotong royong yang merupakan nilai dasar Pancasila.

Kedua, dalam badan usaha koperasi, keluarga miskin yang menjadi anggotanya memiliki identitas ganda, yaitu sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Identitas inilah yang membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya sehingga koperasi memiliki fungsi pemberdayaan sekaligus perlindungan.


Fungsi pemberdayaan usaha dilakukan melalui subsidi silang dan pengambilan risiko bersama , sedangkan, fungsi perlindungan melalui jaminan harga dan pasar barang/jasa kebutuhan anggota.

Kedua fungsi tersebut harus dikelola berdasarkan prinsip-prinsip perusahaan agar menghasilkan nilai tambah, baik yang berdimensi ekonomi maupun sosial. Pada gilirannya koperasi akan bermanfaat besar bagi anggotanya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan secara mandiri dan berkelanjutan.

Selanjutnya, koperasi juga harus mempunyai keunggulan daya saing dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu koperasi mesti produktif dan mempunyai jaringan usaha yang efisien secara nasional dalam bentuk arsitektur ekonomi rakyat berbasiskan koperasi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar