Jumat, 11 Maret 2016

PENEMUAN FOSIL MANUSIA PURBA DI INDONESIA



“Aspek Hukum dalam Ekonomi”




PENEMUAN FOSIL MANUSIA PURBA DI INDONESIA
Saya terlebih dahulu akan menjelaskan arti dari fosil itu apa .fosil itu adalah sisa sisa tumbuhan ,hewan,dan manusia yang sudah membatu.fosil itu juga bisa berwujud bekas benda yang menempel pada batu ,sementara benda aslinya sudah mengalami pelapukan atau pun penghancuran. Tidak semua tumbuhan,hewan,dan manusia dapat menjadi fosil.banyak juga yang mengalami pembusukan oleh pengaruh alam.fosil itu terjadi ketika sisa sisa tumbuhan ,hewan,atau manusia tersebut terlindung dari pengaruh luar sehingga tidak terjadi pelapukan atau penghancuran .selain itu,untuk bisa menjadi fosil dibutuhkan waktu yang sangat lama,bisa ribuan bahkan jutaan tahun.pada setiap lapisan kulit bumi sering ditemukan fosil tumbuhan ,hewan,atau manusia purba jenis tertentu yang menjadi cirri khas dari suatu lapisan kulit bumi.fosil –fosil disebut fosil karena dapat memberi petunjuk tentang kehidupan manusia purba pada zaman praaksara.dari fosil-fosil tersebut dapat juga diketahui lapisan kulit bumi tempat fosil tersebut ditemukan.
Penelitian Eugene Dubois ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan,khususnya paleoantropologi dan biologi .hasil penelitian tersebut kemudian dipublikasikan ke luar negeri ,sehingga mengakibatkan studi tentang manusia purba lebih banyak lagi dilakukan oleh para ahli untuk menemukan fosil manusia purba di Indonesia.
Penemuan fosil selanjutnya pada tahun 1936 oleh Weidenrich.ia menemukan fosil tengkorak anak dilembah sungai brantas,desa jetis,Mojokerto.fosil sejenis juga ditemukan oleh Von Koenigswald di Mojokerto.pada penelitian dan penggalian arkeologis antara tahun 1936-1941.,Von Koenigdswald berhasil menemukan fosil manusia purba.diperkirakan fosil manusia purba itu adalah manusia tertua di Indonesia yang hidup satu sampai dua juta tahun yang lalu.Oleh karena itu para ahli arkeologi menamakannya Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa tertua dari jawa.
Selanjutnya,ditemukan fosil fosil ,manusia purba Indonesia. Yang tingkat kemampuannya lebih tinggi dibanding jenis Pithecanthropus,yaitu jenis Homo Sapiens (manusia yang berpikir ). Untuk lebih jelasnya mengenai jenis-jenis manusia  purba di Indonesia yaitu :

1.Pithecanthropus Erectus
.Pithecanthropus Erectus nama manusia purba ini berasal dari tiga kata,yaitu pithecos yang berarti kera,anthropus yang berari manusia dan erectus yang berarti tegak.jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”.nama sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan .Pithecanthropus Erectus hidup di zaman pleistosin atau kira-kira 300.000 sampai 500.000 tahun yang lalu.volume otak Pithecanthropus Erectus diperkirakan sekitar 770-1000 cm kubik.Bagian tulang – belulang fosil manusia purba yang di temukan tersebut adalah tulang rahang,beberapa gigi,serta sebagian tulang tengkorak. Penemuan ini berupa tulang paha yng lebih besar dibandingkan tulang lengan.dengan juga volume otaknya lebih besar daripada manusia.fosil ini ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari Negara Belanda yang bernama Eugene Dudois.
Ciri-Ciri manusia purba Pithecanthropus Erectus adalah sebagai berikut ini :
·         mempunyai badan tegap dengan alat pengunyah yamg kuat.
·         Tinggi badan sekitar165-170 cm dengan berat badan kurang lebih 100kg.
·         Berjalan tegak.
·         Makanannya masih kasar dengan sedikit pengolahan.
·         Hidup pada 300.000 sampai 500.000 juta tahun yang lalu.
Pithecanthropus Erectus merupakan makhluk yang kedudukan nya diantara manusia dan kera,tetapi sudah dapat berjalan tegak.dalam kehidupan sehari hari Pithecanthropus Erectus sudah dapat membuat alat sederhana dari bebatuan,seperti kapak perimbas(chopper),kapak penetak(chopping tool),atau alat penyerpih (flake).kehidupan Pithecanthropus Erectus sangat tergantung pada sumber alam yang tersedia.mereka berburu,mengumpulkan makanan,dan juga hidupnyaberpindah-pindah untuk mengikuti pengembaran hewan-hewan berburuan,atau untuk mencari sumber makanan di tempat lain.mereka tampaknya juga sudah mulai mengembangkan tata masyarakat yang sederhana.kaum lelaki bekerja sama memburu hewan,dan para wanita mengumpulkan tmbuhan atau buah buahan .

2 .Pithecanthropus mojokertensis
Hasil temuan fosil setelah diteliti dan direkonstruksi ternyata membentuk kerangka manusia yang menyerupai kera. Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup sekitar satu juta sampai setengah juta tahun yang lalu. Pithecanthropus mojokertensis itu artinya manusia kera dari mojokerto. Pithecanthropus mojokertensis sebenarnya salah satu jenis dari pithecanthropus yang ditemukan Ralph von Koeningswald di mojokerto tahun 1936.Dalam rupa fosil anak-anak,disebut Pithecanthropus Robustus.
Fosil tersebut berwujud tengkorak anak berusia sekitar 6 tahun.setelah diteliti lebih lanjut,ternyata tengkorak tersebut berusia 1,91 juta tahun.manusia purba hasil penemuan pakar tersebut kemudian dinamakan Pithecanthropus mojokertensis karena ditemukan di daerah mojokerto.penemuan itu sangat penting karena fosil fosil tersebut merupakan bukti tentang manusia purba tertua di Indonesia.pada tahun 1938 dua orang pakar bernama De Terra dan Movius mengadakan penyelidikan ulang.mereka memperkuat pendapat,bahwa Pithecanthropus mojokertensis adalah manusia purba tertua di Indonesia.Pithecanthropus secara tipologi berada pada lapisan Pucanangan dan Kabuh.umurnya diperkirakan 30.000-2 juta tahun.
Ciri-Ciri manusia purba Pithecanthropus mojokertensis antara lain adalah :
a.       Memiliki tinggi : 165-180 cm
b.      Badan tegap,tidak setegap meganthropus
c.       Memiliki tulang rahang dan geraham yang kuat,tetapi tidak sekuat meganthropus.
d.      Hidung lebar dan tonjolan dikening melintang sepanjang pelipis.
e.       Tidak berdagu (menyerupai tengkorak manusia )
f.       Makanannya tumbuhan dan hewan hasil buruan.
g.      Volume otak belum sempurna hanya 750 cc – 1300 cc .
h.      Tulang atas tengkorak tebal dan berbentuk lonjong.
i.        Memiliki bentuk alat pengunyah dan tengkuk yang lebih kecil dari manusia Homo
3. Meganthropus Palaeojavanicus
Manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus yang berarti manusia bertubuh besar dari jawa adalah nama fosil manusia purba yang ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1941 dan pada tahun 1952 oleh Marks di sangiran,kali jambe,Sragen,Surakarta,Jawa Tengah. Fosil manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus di temukan pada lapisan Plestosen bawah atau lapisan puncangan dan plestosen tengah atau lapisan Kabus.bagian tubuh fosil yang ditemukan antara lain adalah Rahang atas dan Rahang bagian bawah. Meski hanya sedikit bagian fosil yang ditemukan,tetapi para ahli berhasil mengidentifikasi ciri ciri manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus secara umum antara lain adalah :
a.       Memiliki tubuh yang kekar dan tegap.
b.      Rahang yang besar.
c.       Memiliki bentuk geraham seperti manusia tetapi tidak berdagu seperti kera
d.      Memiliki tulang pipi yang tebal
e.       Ada tonjolan di kening dan belakang kepalanya
f.       Makanan pokok tumbuh – tumbuhan
g.      Hidup pada 2-1 juta tahun yang lalu
4.Homo Sapiensis
Homo Sapiensis merupakan manusia purba yang paling maju dan paling cerdik sekaligus merupakan generasi terakhir di antara manusia purba lain.oleh karena itu,manusia purba jenis ini disebut Homo Sapiensis,yang artinya manusia cerdas. Homo Sapiensis hidupan pada zaman holosen atau sekitar 40.000 tahun yang lalu,memiliki bentuk fisik yang sudah hamper sama dengan manusia pada zaman sekarang. Menurut A.L Krober,dijelaskan bahwa Homo Sapiensis terdiri atas beberapa subspecies atau ras yang hingga kini masih berkembang di seluruh dunia. Homo Sapiensis memiliki ciri-ciri fisik yang sudah hampir sama dengan manusia modern saat ini.
            Setelah itu manusia purba  yang ditemukan di Indonesia pada dasarnya telah dibagi menjadi dua jenis yaitu manusia purba jenis Pithecanthropus dan  Homo. Menurut pendapat para ahli Pithecanthropus merupakan manusia yang memliki sedikit kemiripan dengan kera. Sedangkan manusia purba jenis Homo seperti Homo Soloensis sudah lebih maju.
5.Homo Soloensis
            Fosil Homo Soloensis ditemukan di Ngandong,Blora,di Sangiran dan Sambung Macan,Sragen oleh Ter Haar,Oppenoorth,dan Von Koenigswald pada tahun 1931-1933 dari lapisan pleistosen Atas. Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar 900.000 yang lalu.volume otaknya mencapai 1.300 cc. menurut Von koenigswald manusia purba ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus.diperkirakan manusia purba ini merupakan evolusi dari Pithecanthropus Mojokertensis.oleh ahlinya,Homo Soloensis digolongkan dengan Homo Neanderthalangsis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari Asia,Eropa,dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen Atas.
6.Homo Wajakensis
            Fosil Homo Wajakensis telah ditemukan sejak lama oleh Van Riestchoten pada tahun 1889 di desa Wajak,Tulungagung,jawa timur.fosil ini kemudian diteliti oleh Eugene Dubois.Temuan fosil ini merupakan temuan fosil manusia purba pertama yang dilaporkan berasal dari Indonesia .oleh karena alasan tempat pertama penemuan fosil manusia purba itu di daerah wajak, dekat tulungagung,jawa timur maka fosil tersebut di beri nama Homo Wajakensis . Homo Wajakensis mempunyai arti manusia dari wajak.Tingkatan fosil Homo Wajakensis mempunyai tinggi badan sekitar 130-210cm dengan berat badan antara 30-150 kg.volume otaknya mencapai 1300 cc.manusia purba jenis ini hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu,pada lapisan pleistosen Atas.apabila dibandingkan jenis sebelumnya Homo wajakensis menunjukkan kemajuan.
            Makanannya sudah dimasak walaupun masih sangat sederhana.Tengkorak Homo Wajakensis memiliki banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli Australia,Aborigin.Oleh karena itu,Eugene Dubois menduga bahwa Homo Wajakensis temasuk dalam ras Australoide,bernenek moyang Homo Soloensis dan menurunkan bangsa Aborigin.fosil homo wajakensis jiga memiliki kesamaan dengan fosil manusia Niah di Serawak Malaysia,manusia Tabon di Palawan,Filipina,dan fosil fosil Australoid dari cini selatan ,dan Australia selatan.
7.Homo floresiensis
Homo floresiensis adalah manusia flores,dijuluki Hobbit merupakan nama yang diberikan oleh kelompok peneliti untuk spesius dari genus Homo,yang memiliki tubuh dan volume otak kecil,berdasarkan serial subfosil( sisa-sisa tubuh yang belum sepenuhnya membatu ) dari Sembilan individu yang ditemukan di Liang Bua,Pulau Flores, pada tahun 2001.kesembilan sisa-sisa tulang itu menunjukkan postur paling tinggi sepinggang manusia modern atau sekitar 100 cm.para pakar antropologi dari tim gabungan Australia dan Indonesia berargumen menggunakan berbagai ciri-ciri, baik ukuran tengkorak,ukuran tulang,kondisi kerangka yang tidak menjadi fosil,serta temuan-temuan sisa tulang hewan dan alat-alat disekitarnya.usia kerangka tersebut diperkirakan berasal dari 94.000 hingga 13.000 tahun yang lalu.perlu disadari bahwa perkiraan usia ini dilakukan berdasarkan usia lapisan tanah bukan dari tulangnya sendiri sehingga dimungkinkan usia lapisan lebih tua daripada usia kerangka.perkiraan usia kerangka dengan radio karbon sulit dilakukan karena metode konservasi tulang tidak memungkinkan teknik itu untuk dilakukan .
Kerja sama penggalian Indonesia-Australia dimulai tahun 2001 untuk mencari jejak peninggalan migrasi nenek moyang orang Aborigin Australia di Indonesia.Tim Indonesia di pimpin oleh Raden Pandji Soejono dari Puslitbang Arkeologi Nasional ( dulu Puslit Arkenas ) dan TIM Australia dipimpin oleh Mike Morwood dari Universitas New England.pada bulan September 2003 ,setelah penggalian pada kedalaman lima meter ( ekspedisi sebelumnya tidak pernah mencapai kedalaman itu ),ditemukan kerangka mirip manusia tetapi luar biasa kerdil,yang kemudian disebut Homo floresiensis diperkirakan, Liang Bua dipakai sebagai tempat pekuburan.untuk pemindahan,dilakukan pengeringan dan perekatan terlebih dahulu.




Floresiensis memiliki ciri berupa tinggi badan berkisar hanya 1 meter,sepenuhya bipedal,dengan volume otak berkisar 417 cc. mereka memiliki gigi seperti manusia, tulang dahi yang cenderung rendah dan tidak berdagu,yang menjadi ciri khas manusia purba lain selain sapiens.diduga Homo floresiensis adalah bentuk pengerdilan dari Homo Erectus,sesuatu yang umum ditempat dimana mereka hidup,sebagaimana gajah mini yang hidup disana. Temuan  sejumlah alat yang ada serta tulang belulang binatang disana mengindikasikan Homo floresiensis hidup dengan memburu hewan-hewan disana seperti stegodon ( gajah purba ) dan biawak,juga tikus raksasa.temuan seperti tulang yang terbakar menunjukkan mereka sudah terbiasa memasak makanan mereka.meski ada juga perkiraan kalau sebagian peralatan yang ditemukan adalah milik homo sapiens yang pernah hidup disana.


1 komentar: