“Aspek Hukum dalam Ekonomi”
PENEMUAN FOSIL MANUSIA PURBA DI
INDONESIA
Saya
terlebih dahulu akan menjelaskan arti dari fosil itu apa .fosil itu adalah sisa
sisa tumbuhan ,hewan,dan manusia yang sudah membatu.fosil itu juga bisa
berwujud bekas benda yang menempel pada batu ,sementara benda aslinya sudah
mengalami pelapukan atau pun penghancuran. Tidak semua tumbuhan,hewan,dan
manusia dapat menjadi fosil.banyak juga yang mengalami pembusukan oleh pengaruh
alam.fosil itu terjadi ketika sisa sisa tumbuhan ,hewan,atau manusia tersebut
terlindung dari pengaruh luar sehingga tidak terjadi pelapukan atau
penghancuran .selain itu,untuk bisa menjadi fosil dibutuhkan waktu yang sangat
lama,bisa ribuan bahkan jutaan tahun.pada setiap lapisan kulit bumi sering
ditemukan fosil tumbuhan ,hewan,atau manusia purba jenis tertentu yang menjadi
cirri khas dari suatu lapisan kulit bumi.fosil –fosil disebut fosil karena
dapat memberi petunjuk tentang kehidupan manusia purba pada zaman
praaksara.dari fosil-fosil tersebut dapat juga diketahui lapisan kulit bumi
tempat fosil tersebut ditemukan.
Penelitian
Eugene Dubois ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan,khususnya
paleoantropologi dan biologi .hasil penelitian tersebut kemudian dipublikasikan
ke luar negeri ,sehingga mengakibatkan studi tentang manusia purba lebih banyak
lagi dilakukan oleh para ahli untuk menemukan fosil manusia purba di Indonesia.
Penemuan
fosil selanjutnya pada tahun 1936 oleh Weidenrich.ia menemukan fosil tengkorak
anak dilembah sungai brantas,desa jetis,Mojokerto.fosil sejenis juga ditemukan
oleh Von Koenigswald di Mojokerto.pada penelitian dan penggalian arkeologis
antara tahun 1936-1941.,Von Koenigdswald berhasil menemukan fosil manusia purba.diperkirakan
fosil manusia purba itu adalah manusia tertua di Indonesia yang hidup satu sampai
dua juta tahun yang lalu.Oleh karena itu para ahli arkeologi menamakannya Meganthropus Palaeojavanicus, artinya
manusia raksasa tertua dari jawa.
Selanjutnya,ditemukan
fosil fosil ,manusia purba Indonesia. Yang tingkat kemampuannya lebih tinggi
dibanding jenis Pithecanthropus,yaitu jenis Homo Sapiens (manusia yang berpikir
). Untuk lebih jelasnya mengenai jenis-jenis manusia purba di Indonesia yaitu :
1.Pithecanthropus Erectus
.Pithecanthropus
Erectus nama manusia purba ini berasal dari tiga kata,yaitu pithecos yang
berarti kera,anthropus yang berari manusia dan erectus yang berarti tegak.jadi
Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”.nama sebutan
itu didasarkan pada fosil yang ditemukan .Pithecanthropus Erectus hidup di zaman
pleistosin atau kira-kira 300.000 sampai 500.000 tahun yang lalu.volume otak
Pithecanthropus Erectus diperkirakan sekitar 770-1000 cm kubik.Bagian tulang –
belulang fosil manusia purba yang di temukan tersebut adalah tulang
rahang,beberapa gigi,serta sebagian tulang tengkorak. Penemuan ini berupa
tulang paha yng lebih besar dibandingkan tulang lengan.dengan juga volume
otaknya lebih besar daripada manusia.fosil ini ditemukan oleh seorang ahli
purbakala dari Negara Belanda yang bernama Eugene Dudois.
Ciri-Ciri
manusia purba Pithecanthropus Erectus adalah sebagai berikut ini :
·
mempunyai badan tegap dengan alat
pengunyah yamg kuat.
·
Tinggi badan sekitar165-170 cm dengan
berat badan kurang lebih 100kg.
·
Berjalan tegak.
·
Makanannya masih kasar dengan sedikit
pengolahan.
·
Hidup pada 300.000 sampai 500.000 juta
tahun yang lalu.
Pithecanthropus Erectus
merupakan makhluk yang kedudukan nya diantara manusia dan kera,tetapi sudah
dapat berjalan tegak.dalam kehidupan sehari hari Pithecanthropus Erectus sudah
dapat membuat alat sederhana dari bebatuan,seperti kapak
perimbas(chopper),kapak penetak(chopping tool),atau alat penyerpih
(flake).kehidupan Pithecanthropus Erectus sangat tergantung pada sumber alam
yang tersedia.mereka berburu,mengumpulkan makanan,dan juga hidupnyaberpindah-pindah
untuk mengikuti pengembaran hewan-hewan berburuan,atau untuk mencari sumber
makanan di tempat lain.mereka tampaknya juga sudah mulai mengembangkan tata
masyarakat yang sederhana.kaum lelaki bekerja sama memburu hewan,dan para
wanita mengumpulkan tmbuhan atau buah buahan .
2 .Pithecanthropus mojokertensis
Hasil
temuan fosil setelah diteliti dan direkonstruksi ternyata membentuk kerangka
manusia yang menyerupai kera. Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup
sekitar satu juta sampai setengah juta tahun yang lalu. Pithecanthropus
mojokertensis itu artinya manusia kera dari mojokerto. Pithecanthropus
mojokertensis sebenarnya salah satu jenis dari pithecanthropus yang ditemukan
Ralph von Koeningswald di mojokerto tahun 1936.Dalam rupa fosil anak-anak,disebut
Pithecanthropus Robustus.
Fosil
tersebut berwujud tengkorak anak berusia sekitar 6 tahun.setelah diteliti lebih
lanjut,ternyata tengkorak tersebut berusia 1,91 juta tahun.manusia purba hasil
penemuan pakar tersebut kemudian dinamakan Pithecanthropus mojokertensis karena
ditemukan di daerah mojokerto.penemuan itu sangat penting karena fosil fosil
tersebut merupakan bukti tentang manusia purba tertua di Indonesia.pada tahun
1938 dua orang pakar bernama De Terra dan Movius mengadakan penyelidikan
ulang.mereka memperkuat pendapat,bahwa Pithecanthropus mojokertensis adalah
manusia purba tertua di Indonesia.Pithecanthropus secara tipologi berada pada
lapisan Pucanangan dan Kabuh.umurnya diperkirakan 30.000-2 juta tahun.
Ciri-Ciri
manusia purba Pithecanthropus mojokertensis antara lain adalah :
a.
Memiliki tinggi : 165-180 cm
b.
Badan tegap,tidak setegap meganthropus
c.
Memiliki tulang rahang dan geraham yang
kuat,tetapi tidak sekuat meganthropus.
d.
Hidung lebar dan tonjolan dikening
melintang sepanjang pelipis.
e.
Tidak berdagu (menyerupai tengkorak
manusia )
f.
Makanannya tumbuhan dan hewan hasil
buruan.
g.
Volume otak belum sempurna hanya 750 cc
– 1300 cc .
h.
Tulang atas tengkorak tebal dan
berbentuk lonjong.
i.
Memiliki bentuk alat pengunyah dan
tengkuk yang lebih kecil dari manusia Homo
3.
Meganthropus Palaeojavanicus
Manusia
purba Meganthropus Palaeojavanicus yang berarti manusia bertubuh besar dari
jawa adalah nama fosil manusia purba yang ditemukan oleh Von Koenigswald pada
tahun 1941 dan pada tahun 1952 oleh Marks di sangiran,kali
jambe,Sragen,Surakarta,Jawa Tengah. Fosil manusia purba Meganthropus
Palaeojavanicus di temukan pada lapisan Plestosen bawah atau lapisan puncangan
dan plestosen tengah atau lapisan Kabus.bagian tubuh fosil yang ditemukan
antara lain adalah Rahang atas dan Rahang bagian bawah. Meski hanya sedikit
bagian fosil yang ditemukan,tetapi para ahli berhasil mengidentifikasi ciri
ciri manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus secara umum antara lain adalah
:
a.
Memiliki tubuh yang kekar dan tegap.
b.
Rahang yang besar.
c.
Memiliki bentuk geraham seperti manusia
tetapi tidak berdagu seperti kera
d.
Memiliki tulang pipi yang tebal
e.
Ada tonjolan di kening dan belakang
kepalanya
f.
Makanan pokok tumbuh – tumbuhan
g.
Hidup pada 2-1 juta tahun yang lalu
4.Homo
Sapiensis
Homo Sapiensis
merupakan manusia purba yang paling maju dan paling cerdik sekaligus merupakan
generasi terakhir di antara manusia purba lain.oleh karena itu,manusia purba
jenis ini disebut Homo Sapiensis,yang artinya manusia cerdas. Homo Sapiensis
hidupan pada zaman holosen atau sekitar 40.000 tahun yang lalu,memiliki bentuk
fisik yang sudah hamper sama dengan manusia pada zaman sekarang. Menurut A.L
Krober,dijelaskan bahwa Homo Sapiensis terdiri atas beberapa subspecies atau
ras yang hingga kini masih berkembang di seluruh dunia. Homo Sapiensis memiliki
ciri-ciri fisik yang sudah hampir sama dengan manusia modern saat ini.
Setelah itu manusia purba
yang ditemukan di Indonesia pada dasarnya telah dibagi menjadi dua jenis
yaitu manusia purba jenis Pithecanthropus
dan Homo. Menurut pendapat para ahli Pithecanthropus merupakan manusia
yang memliki sedikit kemiripan dengan kera. Sedangkan manusia purba jenis Homo
seperti Homo Soloensis sudah lebih maju.
5.Homo
Soloensis
Fosil Homo Soloensis ditemukan di Ngandong,Blora,di
Sangiran dan Sambung Macan,Sragen oleh Ter Haar,Oppenoorth,dan Von Koenigswald
pada tahun 1931-1933 dari lapisan pleistosen Atas. Homo Soloensis diperkirakan
hidup sekitar 900.000 yang lalu.volume otaknya mencapai 1.300 cc. menurut Von
koenigswald manusia purba ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan
Pithecanthropus Erectus.diperkirakan manusia purba ini merupakan evolusi dari
Pithecanthropus Mojokertensis.oleh ahlinya,Homo Soloensis digolongkan dengan
Homo Neanderthalangsis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari
Asia,Eropa,dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen Atas.
6.Homo
Wajakensis
Fosil Homo Wajakensis telah ditemukan sejak lama oleh Van
Riestchoten pada tahun 1889 di desa Wajak,Tulungagung,jawa timur.fosil ini
kemudian diteliti oleh Eugene Dubois.Temuan fosil ini merupakan temuan fosil
manusia purba pertama yang dilaporkan berasal dari Indonesia .oleh karena
alasan tempat pertama penemuan fosil manusia purba itu di daerah wajak, dekat
tulungagung,jawa timur maka fosil tersebut di beri nama Homo Wajakensis . Homo
Wajakensis mempunyai arti manusia dari wajak.Tingkatan fosil Homo Wajakensis
mempunyai tinggi badan sekitar 130-210cm dengan berat badan antara 30-150
kg.volume otaknya mencapai 1300 cc.manusia purba jenis ini hidup antara
25.000-40.000 tahun yang lalu,pada lapisan pleistosen Atas.apabila dibandingkan
jenis sebelumnya Homo wajakensis menunjukkan kemajuan.
Makanannya sudah dimasak walaupun masih sangat
sederhana.Tengkorak Homo Wajakensis memiliki banyak persamaan dengan tengkorak
penduduk asli Australia,Aborigin.Oleh karena itu,Eugene Dubois menduga bahwa
Homo Wajakensis temasuk dalam ras Australoide,bernenek moyang Homo Soloensis
dan menurunkan bangsa Aborigin.fosil homo wajakensis jiga memiliki kesamaan
dengan fosil manusia Niah di Serawak Malaysia,manusia Tabon di
Palawan,Filipina,dan fosil fosil Australoid dari cini selatan ,dan Australia
selatan.
7.Homo
floresiensis
Homo
floresiensis adalah manusia flores,dijuluki Hobbit merupakan nama yang
diberikan oleh kelompok peneliti untuk spesius dari genus Homo,yang memiliki
tubuh dan volume otak kecil,berdasarkan serial subfosil( sisa-sisa tubuh yang
belum sepenuhnya membatu ) dari Sembilan individu yang ditemukan di Liang
Bua,Pulau Flores, pada tahun 2001.kesembilan sisa-sisa tulang itu menunjukkan
postur paling tinggi sepinggang manusia modern atau sekitar 100 cm.para pakar
antropologi dari tim gabungan Australia dan Indonesia berargumen menggunakan
berbagai ciri-ciri, baik ukuran tengkorak,ukuran tulang,kondisi kerangka yang
tidak menjadi fosil,serta temuan-temuan sisa tulang hewan dan alat-alat
disekitarnya.usia kerangka tersebut diperkirakan berasal dari 94.000 hingga
13.000 tahun yang lalu.perlu disadari bahwa perkiraan usia ini dilakukan
berdasarkan usia lapisan tanah bukan dari tulangnya sendiri sehingga
dimungkinkan usia lapisan lebih tua daripada usia kerangka.perkiraan usia
kerangka dengan radio karbon sulit dilakukan karena metode konservasi tulang
tidak memungkinkan teknik itu untuk dilakukan .
Kerja
sama penggalian Indonesia-Australia dimulai tahun 2001 untuk mencari jejak
peninggalan migrasi nenek moyang orang Aborigin Australia di Indonesia.Tim
Indonesia di pimpin oleh Raden Pandji Soejono dari Puslitbang Arkeologi
Nasional ( dulu Puslit Arkenas ) dan TIM Australia dipimpin oleh Mike Morwood
dari Universitas New England.pada bulan September 2003 ,setelah penggalian pada
kedalaman lima meter ( ekspedisi sebelumnya tidak pernah mencapai kedalaman itu
),ditemukan kerangka mirip manusia tetapi luar biasa kerdil,yang kemudian
disebut Homo floresiensis
diperkirakan, Liang Bua dipakai sebagai tempat pekuburan.untuk
pemindahan,dilakukan pengeringan dan perekatan terlebih dahulu.
Floresiensis
memiliki ciri berupa tinggi badan berkisar hanya 1 meter,sepenuhya bipedal,dengan
volume otak berkisar 417 cc. mereka memiliki gigi seperti manusia, tulang dahi
yang cenderung rendah dan tidak berdagu,yang menjadi ciri khas manusia purba
lain selain sapiens.diduga Homo floresiensis adalah bentuk pengerdilan dari
Homo Erectus,sesuatu yang umum ditempat dimana mereka hidup,sebagaimana gajah
mini yang hidup disana. Temuan sejumlah
alat yang ada serta tulang belulang binatang disana mengindikasikan Homo
floresiensis hidup dengan memburu hewan-hewan disana seperti stegodon ( gajah purba
) dan biawak,juga tikus raksasa.temuan seperti tulang yang terbakar menunjukkan
mereka sudah terbiasa memasak makanan mereka.meski ada juga perkiraan kalau
sebagian peralatan yang ditemukan adalah milik homo sapiens yang pernah hidup
disana.
goood
BalasHapusVisit UMJ Islami