1.3 Basis Teori Etika
Menurut Sukrisno (2009) ada banyak teori etika yang
berkembang, sehingga harus dibuat pembedaannya secara garis besar. Sukrisno
membedakan teori etika sebagai berikut:
- Teori Egoisme
- Teori Utilitarianisme
- Teori Dentologi (Teori Kewajiban)
- Teori Hak
- Teori Keutamaan
- Teori etika teonom
Egoism
Teori egoism ini menjelaskan bahwa tindakan manusia
dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri (self –interest). Hal ini
bertentangan dengan teori altruism, yaitu tindakan yang peduli pada orang lain
atau lebih mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan
diri sendiri.
Contoh : Anto yang selalu bekerja keras di dalam perusahaan A untuk mengejar posisi yang tertinggi.
Utilitariatisme
Teori ini memandang bahwa suatu tindakan dikatakan baik jika
memberi manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat. Jadi ukuran baik
buruknya tindakan dilihat dari akibat, konsekuensi, dan tujuan dari tindakan
tersebut, apakah memberikan manfaat atau tidak.
contoh
: Andi di desa nya yang membangun koperasi untuk membantu sebagian masyarakat
di desa nya
Deontologi
Dipelopori oleh Emmanuel Kant (1724 – 1804),kewajiban moral
harus dilaksanakan demi kewajiban itu sendiri, bukan karena ingin memperoleh
tujuan kebahagiaan, bukan juga karena perintah agama. Moralitas adalah otonom
dan harus berpusat pada pengertian manusia berdasarkan akal sehat yang dimiliki
manusia itu sendiri.
Contoh
: Andi yang beragama islam harus melalukan ibadah yang sesuai di ajarkan.
Teori Hak
Dalam pemikiran moral saat ini,
teori hak merupakan pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi
baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori hak ini merupakan suatu
aspek dari teori deontologi karena berkaitan dengan kewajiban. Hak didasarkan
atas martabat manusia dan martabat semua manusia adalah sama. Oleh karena itu,
hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
Contoh
: Seorang pegawai yang menerima gaji tiap bulannya sebagai haknya dia
Virtue Etics ( Teori Keutamaan )
Maksud dari teori keutamaan ini adalah setiap manusia harus
tahu dan dapat memposisikan perilakunya atau wataknya sehingga individu
tersebut dapat berperilaku atau bertingkah laku dengan baik secara moral.
Contoh :
Kebijaksanaan
: Seorang pemimpin perusahaan yang harus bijak mengambil keputusan
di dalam perusahaan.
Keadilan
: Orang tua yang mempunyai 2 anak , mereka harus bias adil memperlakukan anak
mereka agar tidak ada iri hati
Suka bekerja keras :
Andi yang bekerja keras demi mencapai cita-citanya
Hidup yang
baik : Andi yang beragama
islam harus mempunyai hidup yang baik dimana pun berada.
Sumber :
Sukrisno
Agus & I cenik Ardana. 2009. Etika Bisnis dan Profesi. Jakarta:
Salemba Empat.
ttps://joshuaig.wordpress.com/2016/01/05/basis-teori-etika-beserta-contoh-nya/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar