Minggu, 08 Oktober 2017

Basis Teori Etika



1.3 Basis Teori Etika
Menurut Sukrisno (2009) ada banyak teori etika yang berkembang, sehingga harus dibuat pembedaannya secara garis besar. Sukrisno membedakan teori etika sebagai berikut:
  1. Teori Egoisme
  2. Teori Utilitarianisme
  3. Teori Dentologi (Teori Kewajiban)
  4. Teori Hak
  5. Teori Keutamaan
  6. Teori etika teonom
  Egoism
Teori egoism ini menjelaskan bahwa tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri (self –interest). Hal ini bertentangan dengan teori altruism, yaitu tindakan yang peduli pada orang lain atau lebih mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan diri sendiri.
 Contoh             : Anto yang selalu bekerja keras di dalam perusahaan A untuk mengejar posisi yang   tertinggi.
Utilitariatisme
Teori ini memandang bahwa suatu tindakan dikatakan baik jika memberi manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat. Jadi ukuran baik buruknya tindakan dilihat dari akibat, konsekuensi, dan tujuan dari tindakan tersebut, apakah memberikan manfaat atau tidak.
contoh             : Andi di desa nya yang membangun koperasi untuk membantu sebagian masyarakat di desa nya

 Deontologi
Dipelopori oleh Emmanuel Kant (1724 – 1804),kewajiban moral harus dilaksanakan demi kewajiban itu sendiri, bukan karena ingin memperoleh tujuan kebahagiaan, bukan juga karena perintah agama. Moralitas adalah otonom dan harus berpusat pada pengertian manusia berdasarkan akal sehat yang dimiliki manusia itu sendiri.
 Contoh             : Andi yang beragama islam harus melalukan ibadah yang sesuai di ajarkan.
Teori Hak
Dalam pemikiran moral saat ini, teori hak merupakan pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori hak ini merupakan suatu aspek dari teori deontologi karena berkaitan dengan kewajiban. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia adalah sama. Oleh karena itu, hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

Contoh                         : Seorang pegawai yang menerima gaji tiap bulannya sebagai haknya dia


 Virtue Etics ( Teori Keutamaan )
Maksud dari teori keutamaan ini adalah setiap manusia harus tahu dan dapat memposisikan perilakunya atau wataknya sehingga individu tersebut dapat berperilaku atau bertingkah laku dengan baik secara moral. 
 Contoh :
Kebijaksanaan             : Seorang pemimpin perusahaan yang harus bijak mengambil       keputusan di dalam perusahaan.
Keadilan                      : Orang tua yang mempunyai 2 anak , mereka harus bias adil memperlakukan anak mereka agar tidak ada iri hati
Suka bekerja keras       : Andi yang bekerja keras demi mencapai cita-citanya
Hidup yang baik          : Andi yang beragama islam harus mempunyai hidup yang baik dimana pun berada.

 Sumber :
Sukrisno Agus & I cenik Ardana. 2009. Etika Bisnis dan Profesi. Jakarta: Salemba Empat.
ttps://joshuaig.wordpress.com/2016/01/05/basis-teori-etika-beserta-contoh-nya/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar