Jumat, 03 April 2015

Daftar provinsi dengan PDRB Tertinggi dan Sektor Apa yang Mengalami Kontraksi




Pengertian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan pekonomian diseluruh daerah dalam tahun tertentu atau perode tertentu dan biasanya satu tahun.
Penghitungan PDRB menggunakan dua macam harga yaitu harga berlaku dan harga konstan. PDRB harga atas harga berlaku merupakan nilai tmabah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada  tahun yang bersangkutan sementasra atas harga konstan dihitung dengan menggunakan harga pada tahun tertentu sebagai tahun dasar.
berikut ini adalah daftar 10 provinsi dengan PDRB (Juta Rupiah) tertinggi :
  1. DKI Jakarta (395 664 497,61)
  2. Jawa Timur (3420280765.51)
  3. Jawa Barat (321 875 841.47)
  4. Jawa Tengah (186 995 480.65)
  5. Sumatera Utara (118 640 902.74)
  6. Kalimantan Timur (110 579 888.26)
  7. Riau (97 701 683.19)
  8. Banten (88 393 769.65)
  9. Sumatera Selatan (63 735 999.00)
  10. Sulawesi Selatan (51 197 034.67)
terlihat, bahwa provinsi yang menjadi pusat Industri nasional adalah provinsi dengan PDRB tertinggi. Sama hal nya dengan gambar dibawah ini , PDRB pada tahun 2011,2012,2013 (Triliun Rupiah) bahwa, DKI Jakarta ada diurutan tertinggi .
PDRB Tahun 2011,2012,2013

Lalu, berikut ini adalah penjelasan tentang sektor yang mengalami kontraksi :
Secara total, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I/2014 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,32 persen dibandingkan nilai triwulan IV/2013 (q to q). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor pengangkutan-komunikasi, sektor keuangan-real estate- jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa. Sementara enam sektor yang lain mengalami kontraksi, dan kontraksi paling dalam dialami sektor konstruksi yaitu sebesar minus 2,19 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut disebabkan oleh naiknya komponen konsumsi rumah tangga (1,05 persen) dan komponen ekspor (0,32 persen).
Sementara PDRB triwulan I/2014 dibandingkan dengan PDRB triwulan I/2013 (y on y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,99 persen. Dari sisi lapangan usaha hampir semua sektor mengalami pertumbuhan positif, kecuali sektor pertambangan-penggalian. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan-komunikasi yakni 10,63 persen, kemudian disusul oleh sektor jasa-jasa sebesar 7,60 persen dan sektor konstruksi sebesar 5,77 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen konsumsi pemerintah (10,67 persen) diikuti komponen konsumsi rumahtangga (6,08 persen).

Referensi :

Peringkat Indonesia Menurut Global Competitiveness Index untuk Periode Tahun 2013-2014

“Meningkatkan Daya Saing Indonesia”
Berdasarkan data yang saya dapatkan, berikut ini adalah penjelasan tentang “peringkat Indonesia menurut Global Competitiveness Index untuk periode tahun 2013-2014”
Siapapun di Indonesia menghendaki adanya peningkatan daya saing dari bangsa dan hal ini merupakan agenda pemerintahan Jokowi-JK yang menjadi urutan ke enam dalam agenda Nawa Cita dengan keinginan untuk meningkatkan daya saing Indonesia yang saat ini masih diurutan ke 38 dari 144 negara di dunia menurut Global Competitiveness Index untuk periode tahun 2013-2014.
indo
Dalam grafik yang dikeluarkan oleh world economic forum ini Indonesia ada diurutan kelima sesudah Singapore, Malaysia, Brunei, Thailand diatas 12 negara lainnya di South and South East Asia. Indonesia masih berada diatas India yang berada di urutan ke 60 dunia.
indo1
Global Competitive Index seperti tampak pada gambar diatas menggunakan 12 pillar untuk mengukur daya saing sebuah negara. Pilar-pilar ini dimulai dari pilar institusi atau kelembagaan (institution), infrastruktur (infrastructure), ekonomi makro (macro economic environment), kesehatan dan pendidikan dasar (health and primary education), pendidikan tinggi dan pelatihan (higher education and training), efisiensi pasar barang (goods market efficiency), efisiensi pasar tenaga kerja (labour market efficiency), pengembangan pasar keuangan (financial market development), kesiapan teknologi (technology readiness), besarnya pasar (market size), pemutakhiran bisnis  (business sophistication) dan inovasi (innovation).
Keduabelas pilar ini bisa menjadi acuan bagi pemerintahan baru Jokowi-JK untuk menuangkan program yang nyata dalam rangka meningkatkan daya saing. Keduabelas pilar ini semestinya akan ada di agenda Jokowi-JK yang lain,dan memerlukan perhatian khusus karena menjadi  acuan para penanam modal dari luar negeri untuk berinvestasi, yang salah satunya dengan memperhatikan Global Competitiveness Index keluaran WEF ini.
indo2
Pilar-pilar institusi atau kelembagaan (institution), infrastruktur (infrastructure), ekonomi makro (macro economic environment), kesehatan dan pendidikan dasar (health and primary education) menjadi kebutuhan dasar untuk mendorong perekonomian. Sedangkan pendidikan tinggi dan pelatihan (higher education and training), efisiensi pasar barang (goods market efficiency), efisiensi pasar tenaga kerja (labour market efficiency), pengembangan pasar keuangan (financial market development), kesiapan teknologi (technology readiness), besarnya pasar (market size), merupakan kunci untuk memiliki ekonomi yang efisien. Untuk mendoron perekonomian yang inovatif dibutuhkan pilar pemutakhiran bisnis  (business sophistication) dan inovasi (innovation).
Indonesia dari segi factor driven economies menempati urutan ke 45, dari efficiency driven economies menempati urutan ke 52, sedangkan dari innovation driven economies Indonesia menempati urutan ke 33. Dari data ini maka yang paling perlu diperbaiki untuk Indonesia adalah pilar-pilar pendidikan tinggi dan pelatihan (higher education and training), efisiensi pasar barang (goods market efficiency), efisiensi pasar tenaga kerja (labour market efficiency), pengembangan pasar keuangan (financial market development), kesiapan teknologi (technology readiness), besarnya pasar (market size). Kemudian pilar-pilar yang ada dalam kebutuhan dasar dan terakhir pilar-pilar yang ada pada inovasi ekonomi.

referensi :
 http://lepmida.com/2014/11/12/meningkatkan-daya-saing-indonesia/

Senin, 30 Maret 2015

PDRB provinsi paling tinggi di indonesia






PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) yaitu  jumlah nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan perekonomian diseluruh daerah dalam tahun tertentu atau periode tertentu dan biasanya satu tahun..berdasarkan data terakhir yang saya cari ternyata Kalimantan timur atau biasa di singkat kaltim merupakan provinsi di indonesia yang menghasilkan PDRB tertinggi.

PDRB kaltim di triwulan 1 2014, mencapai Rp 110,9 triliun, dengan migas. Sedangkan tanpa migas  hanya sebesar Rp 75,3 triliun. Sementara, PDRB Kaltim triwulan 1 2014, ditinjau dari Atas Dasar Harga Konstan (ADHG) hanya sebesar Rp 31,10 triliun, dengan migas. "atau Rp 22,9 triliun tanpa migas," jelas Kepala BPS Kaltim, Aden Goeltom. 

Berdasarkan catatan BPS, pertumbuhan ekonomi Kaltim mengalami peningkatan sebesar 2,44 persen. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama 2013 lalu sebesar 1,13 persen.
Dalam pertumbuhan ekonomi Kaltim sendiri, triwulan 1 2014 ini pertambangan memberi andil 0,12 persen. Sementara, sektor pertanian memberi andil sebesar 0,7 persen. 

Kaltim   memiliki 14 kabupaten di antarnya samarinda,berau,balik papan,kutai kartanegara,kutai barat,kutai timur,paser,tarakan,tana tidung,bulungan,malinau,penajam paser utara,nunukan,bontang,dengan jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 3 553 143 jiwa yang mencakup mereka yang bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 2 205 725 jiwa (62,08 persen) dan di daerah perdesaan sebanyak 1 347 418 jiwa (37,92 persen). Persentase distribusi penduduk menurut kabupaten/kota bervariasi dari yang terendah sebesar 0,43 persen di Kabupaten Tana Tidung hingga yang tertinggi sebesar 20,47 persen di Kota Samarinda. 

REFERENSI :


http://www.pengetahuan-oemum.com/2010/12/kabupaten-dan-kota-di-provinsi_15.html

 

Minggu, 29 Maret 2015

PUISI INDAH



JIKA AKU JATUH CINTA

Ya Allah,
Jika kutelah jatuh cinta
Ku ingin semua telah terbalut oleh ridha-Mu
Ku ingin semua telah terikat oleh hukum yang syar’i
Ya Allah,
Jika ku jatuh cinta
Izinkanlah dengan lelaki yang dapat menambah cintaku pada-Mu
yang dapat menambah keta’atanku pada-Mu
yang dapat membantuku untuk meraih syurga-Mu
Ya Allah,
Izinkan aku tuk jatuh cinta
pada lelaki yang mencintaiku karena-Mu
lelaki yang menerimaku apa adanya
lelaki yang dapat menyayangiku

IBU
Ibu….
Berjuta kenangan indah yang telah kau ukir
Kan selalu ku ingat dan ku kenang
Teringat saat ku kecil dulu
Saat ku terjatuh
Kau ulurkan tangan muliamu
Dan tersenyum,membangunkan ku

IBU….
Cercaan pahit yang kau terima
Tak mematahkan semangat mu
Membahagiakan aku dan adikku
Berjuta cacian menimpamu
Namun di hadapanku kau masih bisa tersenyum
Agar ku tak mengetahui bahwa hatimu sedang menangis

Ibu……
Sekarang aku sedang pergi bukan  selamanya
Tapi hanya sementara
Ku tuntut ilmu agar berhasil kelak
Doakan aku ibu.
Doakan aku berhasil
Agarku bisa membuatmu
Tersenyum suatu saat nanti
Dan aku bisa kembali bersamamu lagi
Merasakan hangatnya pelukmu
Indah nya cinta kasih mu
Ibu….
Tunggu aku kembali ….


WAKTU
Dalam hening tetes embun
Berbisik……..
Dedaunan jatuh tak berhaluan…
Kemarau datang menyapa terik…
Batang Kayu berduri tanpa harapan ..

Oh waktu..
Sampaikanlah sejumput rindu tuk semangatku..
Katakanlah padanya jangan berangan..
Hidup terlalu singkat untuk penantian….

LAJU PERTUMBUHAN PDB ( LAPANGAN USAHA )




Singkatan dari PDB yaitu (produk domestic bruto ),pengertian yang dimaksud adalah nilai pasar semua  barang dan jasa yang di produksi oleh suatu Negara pada periode tertentu.PDB itu sendiri adalah salah metode untuk menghitung pendapatan nasional. dalam PDB Indonesia terbagi dua yaitu PDB dan PDB tanpa migas .dapat kita ketahui bahwa PDB Indonesia sampai saat ini terus mengalami penurunan hingga triwulan ke IV tahun 2014. PDB tanpa migas juga mengalami penurunan,namun pada triwulan III tahun 2014 sampai Triwulan IV tahun 2014 mengalami peningkatan sekitar 0,5 persen .dari data yang saya dapat dari melemahnya pertumbuhan investasi dan ekspor,pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 di perkirakan mencapai 5,2 % memang terlihat akan kembali seperti triwulan 1 tahun 2014.namun pada tahun 2015 PDB yang ada di Indonesia mungkin akan terus menurun karena pertumbuhan ekonomi dunia yang lambat .dari pertumbuhan ekonomi dunia yang lambat mengakibatkan turunnya harga harga sejumlah komoditas Indonesia dan juga memperkecil datang nya peluang peluang baru .bila investasi melampaui harapan pada tahun 2015 harga Bahan bakar minyak pun memberi dampak kepada inflasi  namun bersifat sementara.inflasi diperkirakan akan mencapai 7,5 % pada tahun 2015 dan menurun pesat sebelum akhir tahun 2015 bila tidak ada gejolak lain .penghematan fiscal berjumlah lebih dari Rp.100 triliun dari harga BBM kini memberikan ruang kepada pemerintah untuk menambah  menambah belanja public bagi sector sector yang prioritas, seperti pelayanan kesehatan .indonesia hanya akan menghabiskan 1,2 % dari  PDB untuk pelayanan kesehatan, ini merupakan salah satu alokasi kesehatan terendah bila kita bandingkan dengan Negara Negara lain di dunia . 

referensi :
 http://www.bps.go.id/
 http://uswatihasanah.blogspot.com/2015/03/laju-pertumbuhan-pdb-lapangan-usaha-di.html