Pengertian Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB) adalah jumlah nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari
seluruh kegiatan pekonomian diseluruh daerah dalam tahun tertentu atau perode
tertentu dan biasanya satu tahun.
Penghitungan PDRB menggunakan dua
macam harga yaitu harga berlaku dan harga konstan. PDRB harga atas harga
berlaku merupakan nilai tmabah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga
yang berlaku pada tahun yang bersangkutan sementasra atas harga konstan
dihitung dengan menggunakan harga pada tahun tertentu sebagai tahun dasar.
berikut ini adalah daftar 10
provinsi dengan PDRB (Juta Rupiah) tertinggi :
- DKI Jakarta (395 664 497,61)
- Jawa Timur (3420280765.51)
- Jawa Barat (321 875 841.47)
- Jawa Tengah (186 995 480.65)
- Sumatera Utara (118 640 902.74)
- Kalimantan Timur (110 579 888.26)
- Riau (97 701 683.19)
- Banten (88 393 769.65)
- Sumatera Selatan (63 735 999.00)
- Sulawesi Selatan (51 197 034.67)
terlihat, bahwa provinsi yang
menjadi pusat Industri nasional adalah provinsi dengan PDRB tertinggi. Sama hal
nya dengan gambar dibawah ini , PDRB pada tahun 2011,2012,2013 (Triliun Rupiah)
bahwa, DKI Jakarta ada diurutan tertinggi .
PDRB Tahun 2011,2012,2013
Secara total, perekonomian DKI
Jakarta pada triwulan I/2014 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga
konstan 2000 menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,32 persen dibandingkan nilai
triwulan IV/2013 (q to q). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tersebut
didorong oleh sektor pengangkutan-komunikasi, sektor keuangan-real estate- jasa
perusahaan serta sektor jasa-jasa. Sementara enam sektor yang lain mengalami
kontraksi, dan kontraksi paling dalam dialami sektor konstruksi yaitu sebesar
minus 2,19 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut disebabkan oleh
naiknya komponen konsumsi rumah tangga (1,05 persen) dan komponen ekspor (0,32
persen).
Sementara PDRB triwulan I/2014 dibandingkan
dengan PDRB triwulan I/2013 (y on y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,99 persen.
Dari sisi lapangan usaha hampir semua sektor mengalami pertumbuhan positif,
kecuali sektor pertambangan-penggalian. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh
sektor pengangkutan-komunikasi yakni 10,63 persen, kemudian disusul oleh sektor
jasa-jasa sebesar 7,60 persen dan sektor konstruksi sebesar 5,77 persen. Dari
sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen konsumsi
pemerintah (10,67 persen) diikuti komponen konsumsi rumahtangga (6,08 persen).
Referensi :




