Rabu, 03 Juni 2015

FAKTOR FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI (NAIK ATAU TURUNNYA) SEBUAH PERMINTAAN DAN PENAWARAN KURS



Kurs ( nilai tukar ) adalah harga sebuah mata uang dari sutu negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang lainnya. Kurs memainkan peranan penting dalam keputusan-keputusan pembelanjaan, Karena kurs memungkinkan kita menerjemahkan harga-harga dari berbagai negara ke dalam satu bahasa yang sama.

Hukum permintaan menyatakan  " apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan ". Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. 

Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta.
Hukum penawaran menyatakan: " bila harga tingkat mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik,dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun ". Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.
Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran kurs adalah sebagai berikut :
1.       Ekspor & impor.
contoh : Impor meningkat --> kurs melemah, karena ketika impor naik, kebutuhan mata uang asing naik, dan penawaran mata uang negara tersebut naik (untuk ditukarkan). Sesuai teori permintaan-penawaran, kalo penawaran naik --> harga turun. Harga disini adalah mata uang tsb.
2. Hutang luar negeri
contoh : hutang luar negeri naik --> kurs melemah, sama seperti kasus impor tadi, krn penawaran mata uang meningkat.
3. ekspektasi
contoh : pada tahun 2007, saat indonesia tidak aman, maka tentunya itu tidak menyenangkan investor asing. Nah kalau mereka tidak nyaman, tentunya mereka akan keluar dari indonesia -- tentunya bersama uang mereka ---, jadinya mereka menukarkan uang mereka dengan rupiah, sehingga rupiah bertambah banyak --> kurs melemah.
4. Jumlah uang beredar (yg dicetak negara tersebut)
contoh : tahun 1960 an saat orde lama, dimana indonesia mencetak uang berlebihan untuk mendanai pembangunan maka berdampak pada inflasi tinggi dan tentunya melemahnya mata uang kita.
SUMBER:





Tidak ada komentar:

Posting Komentar