Kurs ( nilai tukar ) adalah harga sebuah mata uang dari sutu
negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang lainnya. Kurs memainkan
peranan penting dalam keputusan-keputusan pembelanjaan, Karena kurs
memungkinkan kita menerjemahkan harga-harga dari berbagai negara ke dalam satu
bahasa yang sama.
Hukum permintaan menyatakan " apabila harga naik maka jumlah
barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka
jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan ". Dalam hukum
permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat
harga barang.
Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang
yang diminta.
Hukum penawaran menyatakan: " bila harga tingkat
mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik,dan bila
tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun ".
Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus
dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah
antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.
Adapun faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi permintaan dan penawaran kurs adalah sebagai berikut :
1.
Ekspor & impor.
contoh : Impor meningkat --> kurs melemah, karena ketika impor naik, kebutuhan mata uang asing naik, dan penawaran mata uang negara tersebut naik (untuk ditukarkan). Sesuai teori permintaan-penawaran, kalo penawaran naik --> harga turun. Harga disini adalah mata uang tsb.
2. Hutang luar negeri
contoh : hutang luar negeri naik --> kurs melemah, sama seperti kasus impor tadi, krn penawaran mata uang meningkat.
3. ekspektasi
contoh : pada tahun 2007, saat indonesia tidak aman, maka tentunya itu tidak menyenangkan investor asing. Nah kalau mereka tidak nyaman, tentunya mereka akan keluar dari indonesia -- tentunya bersama uang mereka ---, jadinya mereka menukarkan uang mereka dengan rupiah, sehingga rupiah bertambah banyak --> kurs melemah.
4. Jumlah uang beredar (yg dicetak negara tersebut)
contoh : tahun 1960 an saat orde lama, dimana indonesia mencetak uang berlebihan untuk mendanai pembangunan maka berdampak pada inflasi tinggi dan tentunya melemahnya mata uang kita.
contoh : Impor meningkat --> kurs melemah, karena ketika impor naik, kebutuhan mata uang asing naik, dan penawaran mata uang negara tersebut naik (untuk ditukarkan). Sesuai teori permintaan-penawaran, kalo penawaran naik --> harga turun. Harga disini adalah mata uang tsb.
2. Hutang luar negeri
contoh : hutang luar negeri naik --> kurs melemah, sama seperti kasus impor tadi, krn penawaran mata uang meningkat.
3. ekspektasi
contoh : pada tahun 2007, saat indonesia tidak aman, maka tentunya itu tidak menyenangkan investor asing. Nah kalau mereka tidak nyaman, tentunya mereka akan keluar dari indonesia -- tentunya bersama uang mereka ---, jadinya mereka menukarkan uang mereka dengan rupiah, sehingga rupiah bertambah banyak --> kurs melemah.
4. Jumlah uang beredar (yg dicetak negara tersebut)
contoh : tahun 1960 an saat orde lama, dimana indonesia mencetak uang berlebihan untuk mendanai pembangunan maka berdampak pada inflasi tinggi dan tentunya melemahnya mata uang kita.
SUMBER:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar