Senin, 26 Juni 2017

affirmative agreement, negative agreement,negation,commands



NAMA : BELLA JIAN JESICA
KELAS : 3EB20

t
.    Affirmative Agreement
     in the Affirmative Agreement there is the word so, too, and also have the same meaning that also, too, and too. But in use there is a difference, so used before tobe (s) and auxilliaries (auxiliary words).
1.      When a form of the verb be is used in the main clause, the same tense of the verb be is used in the simple statement that follows.

            affirmative statement (be) + and + subject + verb (be) + too
                                                                       so + verb (be) + subject
               example :    She is smart and you are too.
                                 She is smart and so are you.

2.      When a compound verb (auxiliary + verb), for example, will go, should do, has done, have written, must examine, etc.
                        Affirmative statement + and + subject + auxiliary only + too
                                                           so + auxiliary only + subject
      example :   He should finish her homework and you should too.
                                   He   should finish her homework and so should you.

3.      When any verb except be appearswithout any auxiliaries in the main clause, the auxiliary do, does, or did is used in simple statement.
Affirmative statement + and + subject + do, does, or did + too
      (single verb except be)          so + do, does, or did + subject
Example :      bella goes to campus and my mother does too
                     bella  goes to campus and so does my mother

B.     Negative Agreement
Negative statement + and + subject + negative auxiliary or be + either
                                                   neither + positive auxiliary + subject

example :  I didn’t see mary  this night and adi  didn’t either
                     I didn’t see Mary this night  and neither did adi


C.    Negation
To make a sentence negative, add the negative particle not after the auxiliary or verb be.
Example :   John is rich     John is not rich
The following examples contain no auxiliary and thus use do, does, or did.
Example :  They went to campus      They did not go to campus

D.    Commands
A command is an imperative statement. One person orders another to do something. It can be preceded by please. The understood subject is you. Use the simple form of the verb.
1. Close the window                
2. Please turn on the light       
3.     openyour bag             

Negative commands: A negative command is formed by adding the word don’t before the verb.
1. Don’t close the window
2. Please don’t turn on the light




Jumat, 14 April 2017

BAHASA INDONESIA 2 ( TUGAS )



NAMA : BELLA JIAN JESICA
NPM : 22214105
KELAS : 3EB20 

BAHASA INDONESIA 2 ( TUGAS )
TUGAS TESIS, ANTITESIS, DAN SINTESIS

1               Tesis           : mobil merk Toyota itu mahal.

Antitesis     : kursi  dalam mobil Toyota  itu mudah tipis.

Sintesis       : tidak semua mobil merk Toyota itu mahal.



2             Tesis           : masyarakat pergi jauh bergantung dengan mobil.

Antitesis     : tapi banyak masyarakat yang tidak bergantung dengan mobil.

Sintesis       : tidak semua masyarakat menggunakan mobil

ARTIKEL 

Masyarakat sangat bergantung dengan mobil karena lebih mudah dalam berpergian  jauh , namun tidak sedikit pula masyarakat yang tidak memiliki mobil, masyarakat banyak membeli mobil Toyota dikarenakan memiliki kualitas yang bagus. Tetapi kekurangannya adalah kursi dalam mobil Toyota mudah tipis .

Minggu, 26 Maret 2017

TUGAS BAHASA INDONESIA 2 TENTANG “PENALARAN”



NAMA : BELLA JIAN JESICA
KELAS : 3EB20
NPM    : 22214105
TUGAS BAHASA INDONESIA 2
TENTANG “PENALARAN”
Penalaran atau disebut juga nalar dalam bahasa Indonesia adalah suatu proses berfikir bagaimana manusia untuk menghubungkan fakta yang ada sehingga muncul pada satu kesimpulan. Dimana nalar atau penalaran ini sendiri data atau fakta yang akan dinalar boleh benar ataupun salah disinilah letak kerjanya penalaran orang akan menerima data dan fakta yang benar dan tentu saja akan menolak fakta yang belum jelas kebenarannya.
Didalam penalaran ini terdapat yang namanya proposisi dan term sebagai berikut penjelasannya :
Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat diantara subjek dan predikat  atau bisa juga pernyataan term term yang membentuk kalimat. Seperti kalimat Tanya, kalimat perintah dan kalimat harapan.
Term dapat dikatakan bila suata kata atau suatu sekumpulan kata yang merupakan ekspresi dari suatu pengertian.
Jenis- jenis proposisi yaitu  :
1.      Berdasarkan bentuk
2.      Berdasarkan sifat
3.      Berdasarkan kualitas
4.      Berdasarkan kuantitas
Contoh kalimat :
·         Semua fakultas manajemen akan mempelajari laporan keuangan
·         Semua mahasiswa akuntansi adalah perempuan
·         Semua kelas EB adalah kelas akuntansi
·         Semua pelajaran akuntansi berkaitan dengan hitungan
penalaran Deduktif
penalaran deduktif adalah metode berpikir yang menarik kesimpulan secara langsung dari umum ke khusus. Sedangkan , Penalaran induktif adalah metode berpikir yang menarik kesimpulan secara langsung dari khusus ke umum.
Deduktif memerlukan silogisme yang terdiri dari 2 yaitu :
Ø  Premis mayor ( premis yang termnya menjadi predikat ), contoh : semua tumbuhan membutuhkan air
Ø  premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek ),contoh : melati adalah tumbuhan
silogisme adalah bentuk penalaran dengan cara menghubungkan dua penalaran.

Rumus : PU : semua A = B
                                 C = A
                                 C = B
 Terdapat  tiga jenis silogisme yaitu :
·         silogisme kategorial : terjadinya 3 proposisi. Yaitu dua proposisi = p dan yang 1 simpulan.
          Contoh :
Ø  Semua mahasiswa Universitas Gunadarma lulus sidang Penelitian Ilmiah.
            Rahmi adalah mahasiswa Universitas Gunadarma.
            Jadi, Rahmi lulus sidang Penelitian Ilmiah.
Ø   Tidak ada Manusia yang tidak luput dari dosa.
Mahasiswa adalah Manusia.
Jadi, Mahasiswa tidak luput dari dosa.
·         Silogisme hipotesis : jenis silogisme yang terdiri atas premis mayor yang bersifat hipotesis dan premis minor bersifat kategorial.
Contoh :
Ø  Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
Pihak penguasa tidak gelisah.
Jadi, mahasiswa tidak turun ke jalanan.
Ø  Jika tidak ada makanan, manusia akan kelaparan
Makanan tidak ada.
Jadi, manusia akan kelaparan.

·         Silogisme alternatif : silogisme yang terdiri dari premis mayor dan premis minornya apabila membenarkan salah satu alternatifnya. Jadi simpulannya akan menolak alternatif lain.
Contoh :
Ø  Bella tinggal di nganjuk atau wonosari
Bella tinggal di wonosari.
Jadi, Bella tidak tinggal di nganjuk.
Ø  Rini pergi ke Universitas Pancasila atau Universitas Gunadarma.
Rini pergi ke Universitas Gunadarma.
Jadi, Rini tidak pergi ke Universitas Pancasila.

·         entimem  : silogisme yang di perpendek . entimen tidak perlu menyebutkan premis umum, tetapi langsung simpulan dengan premis khusus yang menjadi penyebabnya.

Contoh :
Ø  Semua pemimpin yang jujur tidak mau melakukan korupsi.
 jokowi seorang pemimpin yang jujur.
Jokowi tidak mau melakukan korupsi.
Entimem : jokowi tidak melakukan korupsi, karena ia seorang pemimpin yang jujur.

Ø  Semua mahasiswa kelas 3eb20 suka pelajaran akuntansi
Dea mahasiswa kelas 3eb20
Dea suka pelajaran akuntansi
Entimem : Dea suka pelajaran akuntansi, karena ia mahasiswa kelas 3eb20